Manusia
disebut dalam Al Qur’an dengan kata Annaas, memiliki arti bahwa manusia merupakan makhluk
sosial yang fitrahnya saling membutuhkan dengan cara berkomunikasi dan
berinteraksi sosial dengan tertib, saling mengenal, saling tolong menolong,
bermusyawarah, bersikap santun, menjaga tali silaturahmi, saling menasehati.
Manusia adalah
makhluk yang terbatas ruang dan waktu. Manusia setidaknya memiliki 3 fase
kehidupan setelah aqil baliqh yaitu :
1. Pada waktu kita muda, kita punya tenaga yang kuat,
waktu luang yang banyak, namun kita tidak punya uang cukup. Inget masa-masa
sekolah/ kuliah, senang banget berkumpul, bergurau, atau sekedar jalan-jalan ke Lembang sepulang sekolah, terus turun lagi, tak ada bosan, gak ada capek kesana kemari padahal
tidak punya uang. hhe… besoknya jalan lagi, it was fun, kebersamaan yang memenuhi
memori ingatan kita, ceritanya tak tergantikan...
2. Kemudian memasuki masa produktif, masa kerja. Kita
punya banyak uang, tenaga masih kuat, tapi kita tak punya waktu cukup, bahkan
sampai gak sempat nyari jodoh pada sebagian orang. Waktu luang jadi sesuatu
yang mahal, tidak ada lagi kumpul bareng teman-teman untuk sekedar bergurau,
semua tenaga dan waktu ditumpahkan untuk pekerjaan. Saat ada inisiatif dari salah
satu teman untuk reuni kecil-kecilan, berbagai permohonan maaf, bentrok
pekerjaan, bentrok acara keluarga ramai-ramai disampaikan, iya begitulah,
bahkan untuk waktu istirahat pun seringkali masih terkurangi oleh padatnya
pekerjaan demi menghasilkan uang.
3. Setelah itu kita akan memasuki usia tua, yang pada
masa ini kita punya cukup uang, punya waktu, namun tenaga kita sudah jauh
berkurang, kesehatan menurun, volume makan kita berkurang, satu persatu
kenikmatan akan hilang, begitu pula halnya dengan teman-teman kita, satu
persatu “pulang” meninggalkan kita. Saat kita sakit, people are bringing our
favorite food but we don’t want to eat, people want to show us a movie, but we
don’t want to watch it, everything are gone, and we don’t care about none of
them. Pada saat masa-masa seperti ini datang, Allah ajarkan kita bahwa ada
satu hal yang amat sangat berharga melebihi segala yang kita miliki,
everything else is be okay if we have this one thing, and that one thing is a
closeness to Allah, yaitu sesaat kita merasa hanya Allah yang memahami
kondisi kita, dan kita sangat bergantung padaNya, boleh jadi itulah saat yang
menjadi jalan keselamatan bagi kita kelak di yaumil akhir.
Meninggalkan Jejak
Ada istilah
Life is begun at 40, bagi sesiapa yang sedang berjalan pada fase yang
ketiga diatas, sudah waktunya kita mulai cerdas untuk memilih jalan
keselamatan, meninggalkan jejak yang akan menjadi pemberat amal, hingga
meskipun usia kita sudah habis di dunia, ada transfer amal jariyah yang akan
terus mengalir dan sangat menyenangkan hati kita di fase-fase kehidupan kita
berikutnya.
Menjadi
Blogger, menjadi penulis, diantaranya bukan hanya aktualisasi diri tetapi
mudah-mudahan jadi pemberat amal, karena
seorang Blogger atau Penulis itu akan tetap hidup selama karyanya masih dibaca.
Tinggalkan jejak kebaikan pada tiap konten dan postingan yang kita buat dalam
blog yang kita kelola, kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapanNya, dan pada
setiap pertemuan aku menambatkan harapan dan doa, agar Allah mencatatnya
sebagai upaya one step closer to Allah and truly developing a connection and
a bond with Allah,
Barakallahu fiik
Penulis : Endah dan Farah
#Bloggerchallenge_day6
#Bloggercianjur

Jazakillah ibu.. Untuk tulisan yang selalu mengingatkan & memotivasiiđź’›
BalasHapuswaiyyaki. semoga hari terbaik selalu kau raih
Hapus