Langsung ke konten utama

Jejak Digital Blogger


Manusia disebut dalam Al Qur’an dengan kata Annaas,  memiliki arti bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang fitrahnya saling membutuhkan dengan cara berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan tertib, saling mengenal, saling tolong menolong, bermusyawarah, bersikap santun, menjaga tali silaturahmi, saling menasehati.


Manusia adalah makhluk yang terbatas ruang dan waktu. Manusia setidaknya memiliki 3 fase kehidupan setelah aqil baliqh yaitu :
1.    Pada waktu kita muda, kita punya tenaga yang kuat, waktu luang yang banyak, namun kita tidak punya uang cukup. Inget masa-masa sekolah/ kuliah, senang banget berkumpul, bergurau, atau sekedar jalan-jalan ke Lembang sepulang sekolah, terus turun lagi, tak ada bosan, gak ada capek kesana kemari padahal tidak punya uang. hhe… besoknya jalan lagi, it was fun, kebersamaan yang memenuhi memori ingatan kita, ceritanya tak tergantikan...
2.    Kemudian memasuki masa produktif, masa kerja. Kita punya banyak uang, tenaga masih kuat, tapi kita tak punya waktu cukup, bahkan sampai gak sempat nyari jodoh pada sebagian orang. Waktu luang jadi sesuatu yang mahal, tidak ada lagi kumpul bareng teman-teman untuk sekedar bergurau, semua tenaga dan waktu ditumpahkan untuk pekerjaan. Saat ada inisiatif dari salah satu teman untuk reuni kecil-kecilan, berbagai permohonan maaf, bentrok pekerjaan, bentrok acara keluarga ramai-ramai disampaikan, iya begitulah, bahkan untuk waktu istirahat pun seringkali masih terkurangi oleh padatnya pekerjaan demi menghasilkan uang.
3.     Setelah itu kita akan memasuki usia tua, yang pada masa ini kita punya cukup uang, punya waktu, namun tenaga kita sudah jauh berkurang, kesehatan menurun, volume makan kita berkurang, satu persatu kenikmatan akan hilang, begitu pula halnya dengan teman-teman kita, satu persatu “pulang” meninggalkan kita. Saat kita sakit, people are bringing our favorite food but we don’t want to eat, people want to show us a movie, but we don’t want to watch it, everything are gone, and we don’t care about none of them. Pada saat masa-masa seperti ini datang, Allah ajarkan kita bahwa ada satu hal yang amat sangat berharga melebihi segala yang kita miliki, everything else is be okay if we have this one thing, and that one thing is a closeness to Allah, yaitu sesaat kita merasa hanya Allah yang memahami kondisi kita, dan kita sangat bergantung padaNya, boleh jadi itulah saat yang menjadi jalan keselamatan bagi kita kelak di yaumil akhir.

Meninggalkan Jejak
Ada istilah Life is begun at 40, bagi sesiapa yang sedang berjalan pada fase yang ketiga diatas, sudah waktunya kita mulai cerdas untuk memilih jalan keselamatan, meninggalkan jejak yang akan menjadi pemberat amal, hingga meskipun usia kita sudah habis di dunia, ada transfer amal jariyah yang akan terus mengalir dan sangat menyenangkan hati kita di fase-fase kehidupan kita berikutnya.
Menjadi Blogger, menjadi penulis, diantaranya bukan hanya aktualisasi diri tetapi mudah-mudahan jadi  pemberat amal, karena seorang Blogger atau Penulis itu akan tetap hidup selama karyanya masih dibaca. Tinggalkan jejak kebaikan pada tiap konten dan postingan yang kita buat dalam blog yang kita kelola, kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapanNya, dan pada setiap pertemuan aku menambatkan harapan dan doa, agar Allah mencatatnya sebagai upaya one step closer to Allah and truly developing a connection and a bond with Allah,


Barakallahu fiik
Penulis : Endah dan Farah
#Bloggerchallenge_day6
#Bloggercianjur

Komentar

  1. Jazakillah ibu.. Untuk tulisan yang selalu mengingatkan & memotivasiiđź’›

    BalasHapus
    Balasan
    1. waiyyaki. semoga hari terbaik selalu kau raih

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monetisasi (monetization) it's all we want

Monetisasi Blog Monetisasi adalah mengubah atau mengelola blog yang semula hanya sebagai ajang menulis dan berekspresi menjadi media untuk mencari uang intinya kata monetisasi dipakai untuk menyatakan bahwa blog milik kita digunakan untuk mencari uang atau lebih tepatnya mendapatkan pendapatan dari blog atau bisa juga sebagai sebuah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun justru sebagai penghasilan utama dengan jalan menjadikan pasif income pada sebuah broker atau dengan memasang iklan untuk mencari uang lewat internet. Monetisasi aktivitas di rumah Throw back moment saat mahasiswa, nongkrong bareng di restoran cepat saji di BIP Bandung, dikenalkan dengan seorang unordinary woman yang hidupnya terlalu berfoya-foya, temenku bilang dia jago jual beli saham. Penghasilannya unbelievable- secara bagi aku yang masih kuliah akuntansi tingkat tiga bikin baper. Dia bilang cari uang itu gampang, bisa sambil leyeh-leyeh di tempat tidur, teknologi memudahkan dir...

Kiat sukses menghapal Qur'an dan Kuliah

Kuliah atau fokus menghapal Qur'an ? - bukan suatu yang mustahil diwujudkan, beberapa santri tahfidz di pesantren saat ini banyak yang menempuh keduanya. Begitupun sebaliknya, siswa sekolah formal umum, mulai menghapal Al Qur'an beriringan dengan waktu belajarnya.  Keceriaan santri Pondok Pesantren Islahul Ummah Cianjur saat wisuda  Ini membuatku terharu, ucapan Fawwaz, siswa kelas akselerasi SMUN 3 Bandung, yang juga hafidz Al Qur’an 30 Juz, https://www.arrahmah.com/2015/03/03/gubernur-aher-pelajar-jabar-insyaa-allah-susul-iqbal-fawwaz-ramadhan-siswa-sman-3-hafidz-30-juz/    katanya “Bagaimanapun juga Al Qur’an adalah cahaya, kita hidup di dunia ini gelap banget, semua yang kita butuh di ruangan itu ada, dan kita nggak bisa ngapa-ngapain di ruangan itu kalau nggak ada cahaya. Al Qur’anlah cahayanya, jadi sedikit saja interaksi dengan Al Qur’an akan membantu kita di dunia ini. Semakin sering interaksi kita dengan Al Qur’an, cahaya itu akan semakin lua...

You are is what you think

You are is what you think , pernahkah kita mendengar quote tersebut? Setiap hari wall facebook mengingatkan “What’s on your mind?” – apa yang kita pikirkan hari ini? dan berapa banyak firman Allah dalam Al qur’an yang diakhiri dengan pertanyaan “afala tatafakkaruun” = apakah kalian tidak berpikir? Atau “afala ta’qilun ”= apakah kalian tidak gunakan akalmu? Atau “afala yatadabbarun” = apakah kalian tidak mengkaji?   Pertanyaan seperti ini menstimulus pikiran kita untuk melakukan action (amal) lanjutan.    Jika pola pikir benar, maka akan bertindak benar, maka berdoanya pun akan benar. Ibarat nembak, tembakannya itu jitu. Tahukah kita bahwa kemampunan berpikir kita itu bisa ditingkatkan dengan saling tukar menukar informasi dan juga menambah frekuensi komunikasi dengan orang lain.   Iya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan.  Semua indera yang kita miliki kemampuannya sangat terbatas, indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga),...