Monetisasi Blog
Monetisasi adalah mengubah atau
mengelola blog yang semula hanya sebagai ajang menulis dan berekspresi menjadi
media untuk mencari uang intinya kata monetisasi dipakai untuk menyatakan bahwa
blog milik kita digunakan untuk mencari uang atau lebih tepatnya mendapatkan
pendapatan dari blog atau bisa juga sebagai sebuah cara untuk mendapatkan
penghasilan tambahan ataupun justru sebagai penghasilan utama dengan jalan
menjadikan pasif income pada sebuah broker atau dengan memasang iklan untuk mencari
uang lewat internet.
Monetisasi aktivitas di rumah
Throw back moment saat mahasiswa, nongkrong bareng di
restoran cepat saji di BIP Bandung, dikenalkan dengan seorang unordinary
woman yang hidupnya terlalu berfoya-foya, temenku bilang dia jago jual beli
saham. Penghasilannya unbelievable- secara bagi aku yang masih kuliah
akuntansi tingkat tiga bikin baper. Dia bilang cari uang itu gampang, bisa
sambil leyeh-leyeh di tempat tidur, teknologi memudahkan dirinya untuk memantau
harga di bursa saham, jual beli itu as easy as press the button… aslinya
waktu itu aku belum “mudeng” secara teknis, meski logikanya sudah dipahami.
25 tahun kemudian, meski tidak berpenghasilan seheboh tante di atas, aku pun sekarang dapat menikmati produktivitas di era digital, bekerja di rumah. Menjelang magrib kirim email ke percetakan untuk cetak buku, gak lama pesanan direply, dilanjut konfirmasi di WA, kemudian transaksi deal. Selepas magrib ada notif bill yang mesti dibayar, lalu aku bayar biaya cetak via M-Banking. Esoknya, buku sudah siap. Siang harinya buku sudah sent ke pemesan via JNT. Bangun tidur siang keesokan harinya, pemesan sudah pada berkabar bahwa buku sudah mereka terima. Masya Allah, puji syukur pada Allah, hati senang. Alhamdulillah. Banyak waktu terselamatkan… Setelah dipakai kegiatan rutin termasuk ta’lim dengan anak-anak, masih banyak waktu yang bersisa, bisa dipakai ber ODOJ (One Day One Juz) semaunya, atau berlama-lama baca buku, atau nyoba resep masakan atau resep pudding stroberi cheese atau pun dipakai “kokosrek” kamar mandi hhe…(what else emak-emak berdaster usually do).
Patut disyukuri kaum perempuan abad
ini banyak yang sudah dibekali pendidikan akademis yang baik. Dan memang
peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam
memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Generasi
yang nantinya akan memimpin bangsa ini kedepannya. Saat generasi ini terdidik
melalui madrasah awal yang baik, dalam hal ini peran seorang ibu, maka bukan
sebuah hal yang mustahil jika itu sudah menjadi satu jaminan bahwa kehidupan
bangsa ini di masa mendatang akan jauh lebih baik. Bagi saya pribadi sih, tidak
masalah bila kaum perempuan beraktualisasi keluar rumah untuk bekerja, itu
adalah pilihan hidup.
Yang mesti dipahami adalah bahwa hidup wanita itu ada musimnya, musim hamil dan menyusui, musim membersamai anak balita, yang disetiap musimnya itu ada keindahan dan duka tersendiri, dan akan terasa rugi bila seorang wanita missed that kinda life season. Dan peran ini tak bisa tergantikan oleh siapapun… Sebagian ada yang berdalih, “yang penting quality time dengan anak-anak,” ada aja wanita hebat, yang bisa manage keluarga inti dengan baik meski keduanya (suami-istri) bekerja. Kembali lagi, the choice is yours, silakan mengukur kemampuan diri sendiri. Dengan syarat, pantang mengeluh, dan siap dengan segala konsekuensinya.
Yang mesti dipahami adalah bahwa hidup wanita itu ada musimnya, musim hamil dan menyusui, musim membersamai anak balita, yang disetiap musimnya itu ada keindahan dan duka tersendiri, dan akan terasa rugi bila seorang wanita missed that kinda life season. Dan peran ini tak bisa tergantikan oleh siapapun… Sebagian ada yang berdalih, “yang penting quality time dengan anak-anak,” ada aja wanita hebat, yang bisa manage keluarga inti dengan baik meski keduanya (suami-istri) bekerja. Kembali lagi, the choice is yours, silakan mengukur kemampuan diri sendiri. Dengan syarat, pantang mengeluh, dan siap dengan segala konsekuensinya.
Sekarang banyak model emak-emak
hebat yang berkiprah di rumah, baik yang sarjana ataupun yang non sarjana,
produktif menghasilkan uang, anak-anak ke urus, suami terlayani dengan baik,
rumah bersih, amalan langitan pun beres.
Monetisasi Amalan
Akherat
Istilahnya sedikit maksa, tapi tidak
salah juga karena Allah sendiri berfirman : “maukah Aku tunjukan suatu perdagangan
yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? Yaitu beriman kepada Alla dan
RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih
baik bagimu, jika kamu mengetahuinya” (QS As saff 10-11), lihatlah bagaimana Allah memonetisasi amalan
dengan istilah perdagangan, karena tidak
dapat dipungkiri, seorang ibu di rumah
akan dilamun rasa bosan… jika tak pandai-pandai mengatasinya, boleh jadi malah
bisa bikin frustasi dan uring-uringan.
Ada sebuah
kata bijak dari Al Hasan Al Bashri mengatakan,
إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة
“Apabila
engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah
dia dalam masalah akhirat.”
Diantara amalan langitan itu adalah
: Sholat dhuha, tegakkan dengan istiqomah, Shalat awal waktu, tetap maksimal di
jaga di tengah pekerjaan di rumah, Tilawah al Qur’an, ODOJ usahakan tidak
bolong-bolong, Ta’lim di rumah bersama anak-anak, konsisten dalam waktu dan
tempatnya, rajin sedekah, dan juga jaga harta dan kepercayaan suami.
Ini semua pun pekerjaan, bahkan
Allah mengatakan “itulah perniagaan yang menguntungkan”, Pekerjaan ini meski
sederhana, tapi tak semua orang mampu melakukannya, begitulah bila suatu amalan
ringan tapi pahalanya besar, pastilah patut dicurigai juga, halangannya besar.
Selalu dibayangi oleh hawa nafsu yang menyertainya, yang juga tak kalah
besarnya. Right?
Well moms, selamat memberdayakan diri yaa… peace
Barakallahu Fiik
Penulis : Endah dan Farah
#Bloggerchallenge_day5
#Bloggercianjur


Kereeeeeen
BalasHapusalhamdulillah. well, hopefully you're motivated dear
HapusBaguss.... Sangat bermanfa'at. Tetap istiqamah dalam membagikan hal baik ibuu��
BalasHapus