Take for granted adalah sebuah frasa dalam bahasa
Inggris yang artinya berbeda jauh dengan maknanya. Jika kita artikan kata per
kata artinya menerima dengan yakin. Padahal makna sebenarnya yaitu sikap yang tidak
menghargai suatu hal karena kita menganggap hal tersebut sudah lumrah atau
biasa kita dapatkan setiap harinya.
2. Menjawab pertanyaan orang lain dengan jelas
3. Ajarkan untuk duduk dengan posisi yang benar
4. Tidak memakai barang orang lain tanpa ijin pemiliknya
5. Biasakan untuk menjaga kerapian
6. Pastikan berpakaian bersih
7. Tidur lebih awal dan bangun sendiri
8. Tidak pilih-pilih teman
9. Berani meminta maaf
10. Biasakan untuk bersikap mandiri
Takdir seorang ibu, sering banget disikapin begitu oleh anak-anaknya. Kebanyakan anak-anak menganggap bahwa
sudah selayaknya orang tua memenuhi segala kebutuhannya. Contohnya
kegiatan rutin setiap hari sesaat akan berangkat sekolah, mulai dari disiapin
sarapan, dicukupi bekelnya, and so on… mereka woles, even to say “thank you
mom”, orang tua pun memang tak terlalu mempermasalahkan juga sih, karena
memang itu sudah menjadi tanggung jawabnya. That what’s mom for.
Tapi beneran, yang diajarkan di
pesantren ternyata tidak begitu… take for granted itu sudah masuk pada
katagori akhlak yang tidak beradab, Ck..ck..ck... di dalam kitab akhlaqul
banin, sangat detail membahas hal tersebut. Aahh indahnya bila pesan kitab
ini dapat terimplementasikan oleh anak-anak kita dan juga oleh kita para orang
tua. Sebagai orang tua, kita pun mesti memberi apresiasi pada
kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh anak-anak kita. Jangan sampai anak merasa
tak pernah dihargai saat melakukan suatu kebaikan. Tapi begitu berbuat
kekeliruan sedikit saja, omelannya berantai dan panjang sampai to the moon
and back. Hhe…
Orang tua mesti menanamkan
norma-norma kebaikan sedini mungkin, supaya anak-anak terbiasa melakukan
hal-hal baik seperti menghargai orang lain, berterima kasih, disiplin, berani
bertanggung jawab, menawarkan bantuan dan meminta maaf dimana pun mereka
berada. Tak perlu lagi ada revolusi mental kalau begitu… jika para orang
tua sudah mengajarkan hal berikut ini sedini mungkin.
- Ajarkan anak kita untuk mendengarkan orang lain,
Berapa banyak anak-anak balita kita
yang dibiarkan cuek tak merespon saat orang mengajaknya bicara, segera
tunjukkan bahwa sikap tersebut tidak baik. Ini pengalaman penulis, waktu itu
farah anak bungsuku umur 3 tahun; saat itu ada tamu, teman dari suami ke
rumah, namun aku dan suami masih dijalan menuju rumah, jadi sementara menunggu
kami datang, tamu ini ngajak ngobrol si kecil farah di ruang tamu sementara si
bibi di dapur memasak. Saat kami sampai rumah, tamu ini berkata “ lucu
banget ini ade, nyambung kalo diajak bicara…”
Pastikan balita kita memahami bahwa
tidak mendengarkan orang lain yang sedang berbicara dengannya itu adalah
perilaku yang tidak sopan dan tidak baik. Insya Allah jika terus-terusan
diingatkan, mereka akan paham dan terbiasa.
2. Menjawab pertanyaan orang lain dengan jelas
Ajarkan untuk menjawab pertanyaan
dari guru atau orang tua dengan suara yang jelas, tidak bergumam. Tujuannya
untuk meningkatkan rasa percaya diri, dan agar lawan bicara mereka dapat
mengerti apa yang mereka katakan. Ini perlu dilatih, misalnya
dengan sering menanyakan pertanyaan “apa pendapatmu de?” atau “menurut ade
bagaimana?” pada saat melihat suatu tontonan atau suatu kejadian. Dan biasakan
untuk mengulang-ngulang suatu pertanyaan, contohnya saat di dapur sambil
mengeluarkan sayur bayam dari plastik belanjaan, si ibu bertanya “ini
sayur apa de?” ade pun akan menjawab “bayam” ibu membenarkan, “sayur bayam”.
Sayur apa? Si ade pun akan menjawab kembali “bayam”. Karena tabiat
anak kecil memang suka mengulang-ulang suatu gerakan atau ucapan.
3. Ajarkan untuk duduk dengan posisi yang benar
Ada sebagian orang berpendapat,
posisi duduk menentukan prestasi, mungkin ada benarnya, karena biasanya orang
yang duduk dengan posisi yang benar, akan punya daya tahan yang lebih lama dan
lebih berkonsentrasi. Dari penilaianku di pondok, santri yang mampu menghapal
Qur’an dengan baik adalah mereka yang membiasakan diri duduk dengan
posisi yang baik, tegak tidak bongkok saat menghabiskan waktu untuk menghapal.
Biasakan pula anak balita kita untuk duduk yang benar saat makan, jangan
menyuapi anak sambil jalan-jalan, membiarkan anak berlari-lari kesana kemari,
bahkan ibunya yang mengejar-ngejar untuk memasukan sesuap makanan ke mulut
balita kita. Ini kebiasaan yang sangat buruk. Ajarkan untuk duduk dengan tertib
ketika makan, beri pengertian bahwa ibu memiliki banyak pekerjaan yang menunggu
untuk diselesaikan, jadi kalau si ade makan dengan duduk tenang, kegiatan
makan akan singkat dan cepat, ibu jadi senang, semua senang, dan pekerjaan
rumah lebih banyak yang terselesaikan.
4. Tidak memakai barang orang lain tanpa ijin pemiliknya
Ajarkan untuk mampu membedakan
barang orang lain dan barang miliknya sendiri, jangan sampai saat rebutan
mainan dengan anak tetangga, orang tua malah gagal paham, malah menuduh pelit
anak orang, hhe… pastikan mereka mengerti bahwa barang milik orang lain tidak
boleh sembarangan diambil. Ajarkan untuk meminta ijin sebelum memakai barang
milik orang lain.
5. Biasakan untuk menjaga kerapian
Ada orang tua yang memberikan
keleluasaan anak balitanya untuk bermain dan being berantakan dengan
segala mainannya. Jangan gagal paham ya buibu, yang mesti dihindari itu
adalah orang tua membentak dan melarang anak untuk bermain dengan mainannya,
bukan membiarkan rumah tetap berantakan dengan alasan pasti bakal berantakan
lagi… Namun tetap, ajarkan mereka sebelum beralih pada kegiatan lainnya untuk
merapihkan kembali. Ini sangat penting. Sekalipun beberapa saat anak kita akan
mengeluarkan kembali mainan dari keranjangnya, tetap kita lakukan kegiatan
merapikan berulang kali juga dan tanpa omelan dan kesal ya buibu… lakukan
dengan menyenangkan misalkan sambil menghitung jumlah mainan saat dimasukkan ke
keranjangnya.
6. Pastikan berpakaian bersih
Jangan sampai deh karena beredar
iklan sabun cuci “kotor itu baik” terus saat melihat pakaian seragam anak kotor
kita tidak menegurnya, bagaimanapun menjaga kebersihan pakaian itu merupakan
hal yang baik, semua orang menyenangi orang yang berpakaian bersih dan rapi,
latihlah agar anak kita senang untuk berpenampilan rapi dan bersih.
7. Tidur lebih awal dan bangun sendiri
Inget banget dulu ibuku suka bilang
“early to bed, early to rise, make a man healthy, wealthy and wise… dan
itu adalah kebiasaan yang sangat baik. Cermati bila anak kita susah
tidur, diketahui dari penelitian sekitar 60% orang tua kurang mengawasi
anaknya yang bermain smartphone, tablet atau video game. Sementara 75% orang
tua membiarkan anak-anaknya bermain gadget di kamar tidur. Selain itu, 75%
anak-anak usia 9-10 tahun kini mengalami kesulitan tidur akibat terlalu banyak
bermain gadget. Hal ini berdampak pada prestasi anak di sekolah.
8. Tidak pilih-pilih teman
Biasakan untuk bersahabat dengan
siapa saja sejak kecil sebelum memasuki dunia pendidikan, jika tercyduk
sedang mengolok-olok teman, segera ingatkan jangan didiamkan dan menganggapnya
hal yang lumrah dilakukan anak-anak. sampaikan betapa pentingnya arti seorang
teman bagi dirinya.
9. Berani meminta maaf
Ini hal yang juga penting untuk
dibiasakan sejak dini, yaitu meminta maaf bila salah, mengakui kesalahan, tidak
saling menuding kesalahan, contohnya saat memecahkan gelas, merusak mainan,
atau saat lalai tidak melakukan tugas, agar besar nanti menjadi pribadi yang
jujur dan bertanggung jawab
10. Biasakan untuk bersikap mandiri
Segala hal mengenai keperluan
dirinya yang bersifat rutin, mesti dibiasakan disiapkan sendiri, ajarkan untuk
meletakkan sepatu pada tempatnya, menaruh tas, mengerjakan PR sepulang
sekolah, menggosok gigi sebelum tidur, menaruh kaos kaki, topi dan
lain-lain yang printilan tapi menyebalkan jika berulang-ulang lupa menaruh dan
menghabiskan waktu untuk mencarinya sebelum sekolah esok hari.
Setidaknya itulah 10 hal yang mesti
kita ajarkan pada balita dan anak usia sekolah agar mereka tumbuh menjadi
pribadi yang memiliki karakter unggul, berbudi luhur, tentu saja tidak
effortless, kesungguhan buibu untuk mendidik mereka semenjak dini sangat
menentukan, diperlukan waktu yang banyak untuk membersamai mereka
belajar, mental attitude bukan perkara instantaneous, dia
adalah rangkaian didikan norma-norma yang diajarkan orang tua dengan penuh
kesabaran dan kasih sayang.
Menjadi orang tua memang tidak
mudah, menjadi teladan adalah juga pilihan yang sarat dengan pengorbanan,
kesungguhan dan kerja keras. Anjuran Rosulullah Shalalahu ‘alaihi wasalam pada
orang tua : “Hormatilah anakmu dan didiklah mereka. Allah merahmati orang tua
yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.”
Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mendidik anak-anak
kita sesuai tuntunan nabi. Aamiin.
Barakallahu fiik
Penulis : Endah dan Farah
#Bloggerchallenge_day7
#Bloggercianjur

Inspiratif.
BalasHapus