Terjebak
dalam rutinitas, antara tempat kerja dan rumah. Dulu kami pun merasakan hal
itu, sampai akhirnya dipertemukan dengan kalian... akhi, saudara dalam ikatan
ukhuwah. Dengan kalian semangat jadi meningkat, saling menasehati, saling
menguatkan, saling menetapi dalam kesabaran. Dengan kalian, perlahan kami
menemukan misi hidup, dan bagaimana kami berusaha agar hidup menjadi lebih bermakna.
#Bloggerchallenge_day8
#Bloggercianjur
Bagi seorang
muslim, kehidupan dunia yang fana ini menjadi bermakna ketika kita melakukan
segala sesuatunya karena dan hanya untuk Allah semata. Ketika Allah
memerintahkan kita untuk menjadi wakilNya di muka bumi, menjadi khalifahNya
dengan mandat untuk memakmurkan bumi ini, namun bumi ini bukan tujuan akhir
hidup kita. Kisah perjalanan manusia ini akan berakhir setelah sebagian orang
masuk ke surga dan sebagian orang masuk ke neraka (QS 42, Asyyura : 7),
Kita
meyakini kampung akherat yang abadi, kita akan menjalani proses
pertanggungjawaban atas semua yang sudah kita kerjakan, dan kita akan
mendapatkan kenikmatan di atas kenikmatan (seandainya kita bisa lolos dari
proses pengadilan yang Maha Adil), meskipun tak terbayangkan bagaimana kita
berdiri kelak di hadapan mahkamah Allah. We'll never can’t bear of it, namun
keyakinan ini membawa kita untuk mulai menetapkan misi hidup, berupaya dengan sungguh-sungguh, berusaha untuk bekerja dengan ikhlas, berjuang semampu kita untuk menyuruh kepada kebaikan dan
mencegah dari yang munkar, hal ini semata-mata karena kita ingin suatu hari
nanti bisa bertemu Allah without fear, dimana Allah ridho kepada kita,
Allah cinta kepada kita karena kita sudah mempersembahkan semua karya-karya
terbaik kita sesuai dengan perintah-Nya
Rutinitas Produktif
Rutinitas
itu ada yang kontra produktif, ada yang produktif. Rutinitas emak-emak di rumah itu sangat produktif, rutinitas produktif pengaruhnya langsung bisa dilihat dan dirasakan. Pakaian kotor setelah dicuci dan digosok emak jadi bersih, bahan makanan
jadi masakan yang siap tersaji, rumah tempat kita tinggal jadi rapi dan terawat, seluruh
aspek dalam rumah tangga akan menjadi baik melalui sentuhan istri kita, ibunya
anak-anak. Apalagi bila dalam melaksanakan tugasnya ini, selalu diniatkan
ibadah, waah... itu mah sukses jadi pemborong, borong amal shaleh. Insya Allah.
Rutinitas Kontra Produktif
Rutinitas
kontra produktif itu seperti, melulu menghabiskan waktu akhir pekan dengan
kegiatan-kegiatan yang konsumtif, pergi ke mall, kulineran, malas-malasan.
Padahal masing-masing anggota keluarga pun sebenarnya sudah bosan, namun mereka
tidak dapat menemukan kegiatan lain yang bisa mereka lakukan. Rutinitas kontra produktif sifatnya immaterial, pengaruhnya seperti kehampaan, kebosanan, atau disorientasi. Selanjutnya setelah melalui waktu yang cukup lama, baru dapat dilihat belakangan sebagai dampak lanjutan, seperti misalnya perselingkuhan, atau penyalahgunaan obat terlarang. Inilah yang perlu diwaspadai oleh keluarga. Nah, bila hal ini
terus berkelanjutan, ini kan menimbulkan ekses dalam rumah tangga, akhirnya
masing-masing anggota keluarga mencari penyaluran masing-masing. Kalau sudah
begini akan sulit untuk bisa berkumpul, kecuali ada event-event penting
keluarga.
Cara Mengatasi Rutinitas
Memecah
rutinitas dengan melakukan kegiatan yang berimbang antara kegiatan yang merecharge ruhani, kebugaran fisik dan
pikiran. Item kegiatannya perlu dipikirkan oleh setiap keluarga dengan sungguh-sungguh dan dimusyawarahkan bersama, bagi keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah TK sampai SMP, relatif tidak sulit untuk menetapkan jadwal karena anak-anak di usia tersebut belum terlalu disibukkan dengan kegiatan luar sekolah, lain halnya pada anak-anak usia SMA dan kuliahan, mereka biasanya sudah memiliki kegiatan tertentu untuk mengisi waktu-waktu diluar rutin sekolah/ kuliah, kita tinggal mengarahkan kegiatan mereka pada kegiatan yang memiliki manfaat.
Contoh item kegiatan akhir pekan keluarga misalnya :
minggu ke 1 kulineran,
minggu ke 2 menghadiri kajian agama,
minggu ke 3 rekreasi tadabur alam,
minggu ke 4, berkumpul di rumah, bersih-bersih rumah, baca buku, atau masak bersama.
Karena sebagaimana raga, ruhani kita pun memerlukan nutrisi, yaitu ilmu agama dan dzikir ibadah.
Insya Allah, suasana agama dibangun oleh suami dan isteri yang sepakat untuk bersama-sama meraih ridho Ilahi. Allah berfirman perihal keluarga ini dalam QS At Tahrim : 6,
Contoh item kegiatan akhir pekan keluarga misalnya :
minggu ke 1 kulineran,
minggu ke 2 menghadiri kajian agama,
minggu ke 3 rekreasi tadabur alam,
minggu ke 4, berkumpul di rumah, bersih-bersih rumah, baca buku, atau masak bersama.
Karena sebagaimana raga, ruhani kita pun memerlukan nutrisi, yaitu ilmu agama dan dzikir ibadah.
Insya Allah, suasana agama dibangun oleh suami dan isteri yang sepakat untuk bersama-sama meraih ridho Ilahi. Allah berfirman perihal keluarga ini dalam QS At Tahrim : 6,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا
يُؤْمَرُونَ
Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Barakallahu
fiik
#Bloggerchallenge_day8
#Bloggercianjur

Bermanfaat bagi yang ingin keluar dari jebakan rutinitas
BalasHapus