Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Jebakan Rutinitas

Terjebak dalam rutinitas, antara tempat kerja dan rumah. Dulu kami pun merasakan hal itu, sampai akhirnya dipertemukan dengan kalian... akhi, saudara dalam ikatan ukhuwah. Dengan kalian semangat jadi meningkat, saling menasehati, saling menguatkan, saling menetapi dalam kesabaran. Dengan kalian, perlahan kami menemukan misi hidup, dan bagaimana kami berusaha agar hidup menjadi lebih bermakna. 



Bagi seorang muslim, kehidupan dunia yang fana ini menjadi bermakna ketika kita melakukan segala sesuatunya karena dan hanya untuk Allah semata. Ketika Allah memerintahkan kita untuk menjadi wakilNya di muka bumi, menjadi khalifahNya dengan mandat untuk memakmurkan bumi ini, namun bumi ini bukan tujuan akhir hidup kita. Kisah perjalanan manusia ini akan berakhir setelah sebagian orang masuk ke surga dan sebagian orang masuk ke neraka (QS 42, Asyyura : 7), 

Kita meyakini kampung akherat yang abadi, kita akan menjalani proses pertanggungjawaban atas semua yang sudah kita kerjakan, dan kita akan mendapatkan kenikmatan di atas kenikmatan (seandainya kita bisa lolos dari proses pengadilan yang Maha Adil), meskipun tak terbayangkan bagaimana kita berdiri kelak di hadapan mahkamah Allah. We'll never can’t bear of it, namun keyakinan ini membawa kita untuk mulai menetapkan misi hidup, berupaya dengan sungguh-sungguh, berusaha untuk bekerja dengan ikhlas, berjuang semampu kita untuk menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkar, hal ini semata-mata karena kita ingin suatu hari nanti bisa bertemu Allah without fear, dimana Allah ridho kepada kita, Allah cinta kepada kita karena kita sudah mempersembahkan semua karya-karya terbaik kita sesuai dengan perintah-Nya

Rutinitas Produktif
Rutinitas itu ada yang kontra produktif, ada yang produktif. Rutinitas emak-emak di rumah itu sangat produktif, rutinitas produktif pengaruhnya langsung bisa dilihat dan dirasakan. Pakaian kotor setelah dicuci dan digosok emak jadi bersih, bahan makanan jadi masakan yang siap tersaji, rumah tempat kita tinggal jadi rapi dan terawat, seluruh aspek dalam rumah tangga akan menjadi baik melalui sentuhan istri kita, ibunya anak-anak. Apalagi bila dalam melaksanakan tugasnya ini, selalu diniatkan ibadah, waah... itu mah sukses jadi pemborong, borong amal shaleh. Insya Allah.

Rutinitas Kontra Produktif
Rutinitas kontra produktif itu seperti, melulu menghabiskan waktu akhir pekan dengan kegiatan-kegiatan yang konsumtif, pergi ke mall, kulineran, malas-malasan. Padahal masing-masing anggota keluarga pun sebenarnya sudah bosan, namun mereka tidak dapat menemukan kegiatan lain yang bisa mereka lakukan. Rutinitas kontra produktif sifatnya immaterial, pengaruhnya seperti kehampaan, kebosanan, atau disorientasi. Selanjutnya setelah melalui waktu yang cukup lama, baru dapat dilihat belakangan sebagai dampak lanjutan, seperti misalnya perselingkuhan, atau penyalahgunaan obat terlarang. Inilah yang perlu diwaspadai oleh keluarga. Nah, bila hal ini terus berkelanjutan, ini kan menimbulkan ekses dalam rumah tangga, akhirnya masing-masing anggota keluarga mencari penyaluran masing-masing. Kalau sudah begini akan sulit untuk bisa berkumpul, kecuali ada event-event penting keluarga.

Cara Mengatasi Rutinitas
Memecah rutinitas dengan melakukan kegiatan yang berimbang antara kegiatan yang merecharge ruhani, kebugaran fisik dan pikiran. Item kegiatannya perlu dipikirkan oleh setiap keluarga dengan sungguh-sungguh dan dimusyawarahkan bersama, bagi keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah TK sampai SMP, relatif tidak sulit untuk menetapkan jadwal karena anak-anak di usia tersebut belum terlalu disibukkan dengan kegiatan luar sekolah, lain halnya pada anak-anak usia SMA dan kuliahan, mereka biasanya  sudah memiliki kegiatan tertentu untuk mengisi waktu-waktu diluar rutin sekolah/ kuliah, kita tinggal mengarahkan kegiatan mereka pada kegiatan yang memiliki manfaat.   
Contoh item kegiatan akhir pekan keluarga misalnya :
minggu ke 1 kulineran, 
minggu ke 2 menghadiri kajian agama, 
minggu ke 3 rekreasi tadabur alam, 
minggu ke 4, berkumpul di rumah, bersih-bersih rumah, baca buku, atau masak bersama. 

Karena sebagaimana raga, ruhani kita pun memerlukan nutrisi, yaitu ilmu agama dan dzikir ibadah. 
Insya Allah, suasana agama dibangun oleh suami dan isteri yang sepakat untuk bersama-sama meraih ridho Ilahi. Allah berfirman perihal keluarga ini dalam QS At Tahrim : 6,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Barakallahu fiik

#Bloggerchallenge_day8
#Bloggercianjur


Komentar

  1. Bermanfaat bagi yang ingin keluar dari jebakan rutinitas

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monetisasi (monetization) it's all we want

Monetisasi Blog Monetisasi adalah mengubah atau mengelola blog yang semula hanya sebagai ajang menulis dan berekspresi menjadi media untuk mencari uang intinya kata monetisasi dipakai untuk menyatakan bahwa blog milik kita digunakan untuk mencari uang atau lebih tepatnya mendapatkan pendapatan dari blog atau bisa juga sebagai sebuah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun justru sebagai penghasilan utama dengan jalan menjadikan pasif income pada sebuah broker atau dengan memasang iklan untuk mencari uang lewat internet. Monetisasi aktivitas di rumah Throw back moment saat mahasiswa, nongkrong bareng di restoran cepat saji di BIP Bandung, dikenalkan dengan seorang unordinary woman yang hidupnya terlalu berfoya-foya, temenku bilang dia jago jual beli saham. Penghasilannya unbelievable- secara bagi aku yang masih kuliah akuntansi tingkat tiga bikin baper. Dia bilang cari uang itu gampang, bisa sambil leyeh-leyeh di tempat tidur, teknologi memudahkan dir...

Kiat sukses menghapal Qur'an dan Kuliah

Kuliah atau fokus menghapal Qur'an ? - bukan suatu yang mustahil diwujudkan, beberapa santri tahfidz di pesantren saat ini banyak yang menempuh keduanya. Begitupun sebaliknya, siswa sekolah formal umum, mulai menghapal Al Qur'an beriringan dengan waktu belajarnya.  Keceriaan santri Pondok Pesantren Islahul Ummah Cianjur saat wisuda  Ini membuatku terharu, ucapan Fawwaz, siswa kelas akselerasi SMUN 3 Bandung, yang juga hafidz Al Qur’an 30 Juz, https://www.arrahmah.com/2015/03/03/gubernur-aher-pelajar-jabar-insyaa-allah-susul-iqbal-fawwaz-ramadhan-siswa-sman-3-hafidz-30-juz/    katanya “Bagaimanapun juga Al Qur’an adalah cahaya, kita hidup di dunia ini gelap banget, semua yang kita butuh di ruangan itu ada, dan kita nggak bisa ngapa-ngapain di ruangan itu kalau nggak ada cahaya. Al Qur’anlah cahayanya, jadi sedikit saja interaksi dengan Al Qur’an akan membantu kita di dunia ini. Semakin sering interaksi kita dengan Al Qur’an, cahaya itu akan semakin lua...

You are is what you think

You are is what you think , pernahkah kita mendengar quote tersebut? Setiap hari wall facebook mengingatkan “What’s on your mind?” – apa yang kita pikirkan hari ini? dan berapa banyak firman Allah dalam Al qur’an yang diakhiri dengan pertanyaan “afala tatafakkaruun” = apakah kalian tidak berpikir? Atau “afala ta’qilun ”= apakah kalian tidak gunakan akalmu? Atau “afala yatadabbarun” = apakah kalian tidak mengkaji?   Pertanyaan seperti ini menstimulus pikiran kita untuk melakukan action (amal) lanjutan.    Jika pola pikir benar, maka akan bertindak benar, maka berdoanya pun akan benar. Ibarat nembak, tembakannya itu jitu. Tahukah kita bahwa kemampunan berpikir kita itu bisa ditingkatkan dengan saling tukar menukar informasi dan juga menambah frekuensi komunikasi dengan orang lain.   Iya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan.  Semua indera yang kita miliki kemampuannya sangat terbatas, indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga),...