Langsung ke konten utama

Bersinergi dengan komunitas blogger

Bersinergi dengan komunitas blogger jadi harga mati bagiku sekarang. Mengapa? karena tahun ini menginjak tahun ke 4 aku nge-blogging, dan aku merasa jalan ditempat, dalam  artian, blogku ini belum menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sesuai dengan harapan. Pertama kali membuat blog terinspirasi setelah membaca buku karangan Pipit Senja, secara beliau adalah penulis wanita senior yang banyak menulis tentang cerita anak, kisah-kisah islami.  Di era digital, tiap orang kini bisa berkarya dengan mudah. Banyak sekali platform yang bisa dipilih untuk bisa beraktualisasi diri. Mulai dari media sosial, Youtube, blog, dan banyak lagi platform lainnya. 

Namun jika kita adalah tipe orang yang lebih nyaman untuk mengungkapkan isi pikiran melalui tulisan, nampaknya membuat blog merupakan pilihan platform yang paling tepat. Lalu aku berdiskusi dengan Farah, anak bungsuku dan dibuatkanlah olehnya blog di Wordpress.

Blog sendiri banyak dipilih karena tak cuma mengasah kemampuan sebagai penulis saja, memiliki blog membuat orang lain bisa menikmati dan mengapresiasi karya tulis kita dengan lebih mudah. Pasalnya, meski saat ini adalah era di mana Youtube merajalela, platform audio-visual yang ditawarkan Youtube tak selalu cocok dengan setiap orang. Tentu ada banyak sekali yang lebih nyaman untuk menulis dan merangkai kata di balik laptop ketimbang berbicara di depan kamera. Karena itulah blog tetap memiliki banyak peminat meski saat ini ada puluhan platform lain yang bisa dipilih.

Meskipun aku sudah membukukan 2 (dua) buah buku dari tulisan-tulisanku di blog,  honestly aku belum ikut komunitas blogger atau komunitas penulis manapun, karena kegiatan utama sebagai pengurus pondok pesantren putri dan juga being house wife sendiri sudah totally menghabiskan waktu.  Dan kegiatan menulis pun sejatinya merupakan kegiatan yang aku lakukan di waktu-waktu luang.   Jadi waktu ada informasi Pelatihan Blogger di Cianjur, aku pikir inilah saatnya bagiku untuk bergaul dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama, di kota yang sama.



Ide untuk memiliki page komersial di Facebook dan Instagram sudah ada dan tengah dicoba, namun bagaimana memaksimalkannya terbentur kendala teknis, jadi mau tidak mau mesti belajar dan mencari tutor yang paham.  Selama ini marketing buku atau pernah juga jadi dropshipper produk mukena dan jualan coklat curah jelang Idul fitri dua tahun lalu, dilakukan di wall akun pribadi di fb dan Instagram,  ada perasaan gak nyaman gitu saat posting produk, karena hari-hari sejak tahun 2009, akun sosmed aku fungsikan sebagai media dakwah.  

Pernah karena ujug-ujug posting produk, tiba-tiba ada netizen yang komentar “lho, sampeyan bakulan juga tho” (lho, kamu jualan juga tho?) hha... dan emang kurang nyaman juga sih, walaupun beranda kita di sosmed adalah ibarat lapak kita, mau kita isi apa saja ya suka-suka kita,  tapi tetep mesti ada "niche" nya, yaitu topik pada setiap akun yang kita punya. Jadi mulailah aku otak atik features market place di facebook, aku buat dua page yang satu jualan produk rotan sintetis dan yang satu jual buku, tapi ya itu terbengkalai karena kendala teknis, sehingga tidak komunikatif, orang sebatas nanya melalui kolom komentar atau inbox messengger, tidak sampai closing; membeli.

Alhamdulillah dari overview yang disampaikan oleh Kang Asep Lukman tentang mindset blogger dan tujuan blog dibuat, lalu apa target yang diharapkan di pertemuan Blogger Batch II  minggu lalu,  mudah-mudahan khususnya bagiku, kendala teknis tersebut dapat teratasi dengan berkomunitas seperti ini, dan secara umumnya kita akan saling bersinergi satu sama lain, karena prinsip kerjasama  yaitu saling membutuhkan, saling menguatkan dan saling menguntungkan dapat kita wujudkan.

Barakallahu fiik
Penulis : Endah dan Farah

#Bloggerchallenge_day2
#Bloggercianjur

Komentar

  1. kereen tulisannya... semoga selalu bisa bersinergi untuk kemajuan bersama

    BalasHapus
  2. alhamdulillah, i will do as long i could do. aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monetisasi (monetization) it's all we want

Monetisasi Blog Monetisasi adalah mengubah atau mengelola blog yang semula hanya sebagai ajang menulis dan berekspresi menjadi media untuk mencari uang intinya kata monetisasi dipakai untuk menyatakan bahwa blog milik kita digunakan untuk mencari uang atau lebih tepatnya mendapatkan pendapatan dari blog atau bisa juga sebagai sebuah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun justru sebagai penghasilan utama dengan jalan menjadikan pasif income pada sebuah broker atau dengan memasang iklan untuk mencari uang lewat internet. Monetisasi aktivitas di rumah Throw back moment saat mahasiswa, nongkrong bareng di restoran cepat saji di BIP Bandung, dikenalkan dengan seorang unordinary woman yang hidupnya terlalu berfoya-foya, temenku bilang dia jago jual beli saham. Penghasilannya unbelievable- secara bagi aku yang masih kuliah akuntansi tingkat tiga bikin baper. Dia bilang cari uang itu gampang, bisa sambil leyeh-leyeh di tempat tidur, teknologi memudahkan dir...

Kiat sukses menghapal Qur'an dan Kuliah

Kuliah atau fokus menghapal Qur'an ? - bukan suatu yang mustahil diwujudkan, beberapa santri tahfidz di pesantren saat ini banyak yang menempuh keduanya. Begitupun sebaliknya, siswa sekolah formal umum, mulai menghapal Al Qur'an beriringan dengan waktu belajarnya.  Keceriaan santri Pondok Pesantren Islahul Ummah Cianjur saat wisuda  Ini membuatku terharu, ucapan Fawwaz, siswa kelas akselerasi SMUN 3 Bandung, yang juga hafidz Al Qur’an 30 Juz, https://www.arrahmah.com/2015/03/03/gubernur-aher-pelajar-jabar-insyaa-allah-susul-iqbal-fawwaz-ramadhan-siswa-sman-3-hafidz-30-juz/    katanya “Bagaimanapun juga Al Qur’an adalah cahaya, kita hidup di dunia ini gelap banget, semua yang kita butuh di ruangan itu ada, dan kita nggak bisa ngapa-ngapain di ruangan itu kalau nggak ada cahaya. Al Qur’anlah cahayanya, jadi sedikit saja interaksi dengan Al Qur’an akan membantu kita di dunia ini. Semakin sering interaksi kita dengan Al Qur’an, cahaya itu akan semakin lua...

You are is what you think

You are is what you think , pernahkah kita mendengar quote tersebut? Setiap hari wall facebook mengingatkan “What’s on your mind?” – apa yang kita pikirkan hari ini? dan berapa banyak firman Allah dalam Al qur’an yang diakhiri dengan pertanyaan “afala tatafakkaruun” = apakah kalian tidak berpikir? Atau “afala ta’qilun ”= apakah kalian tidak gunakan akalmu? Atau “afala yatadabbarun” = apakah kalian tidak mengkaji?   Pertanyaan seperti ini menstimulus pikiran kita untuk melakukan action (amal) lanjutan.    Jika pola pikir benar, maka akan bertindak benar, maka berdoanya pun akan benar. Ibarat nembak, tembakannya itu jitu. Tahukah kita bahwa kemampunan berpikir kita itu bisa ditingkatkan dengan saling tukar menukar informasi dan juga menambah frekuensi komunikasi dengan orang lain.   Iya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan.  Semua indera yang kita miliki kemampuannya sangat terbatas, indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga),...